Members Of Jakarta Stock Exchange ( PP )

idx1
Home
Market Review
Bakrie & Brother memiliki saham BUMI PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Tuesday, 08 December 2009 00:00

Jakarta - PT Bakrie &Brothers Tbk (BNBR) kini kembali memiliki 402.383.006 saham Bumi Resources Tbk (BUMI) setara dengan Rp684,051 miliar.

"Tertanggal 12 Oktober 2009, saat ini jumlah saham BUMI yang telah kembali berada dalam pengawasan BNBR sejumlah 402.383.006 saham," kata Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan BNBR Sri Dharmayanti dalam penjelasan resminya ke BEI, (8/12) hari ini.

Sebelumnya, pada 8 Oktober 2009 lalu Bakrie&Brothers telah melakukan pembelian kembali 324 juta lembar saham atau 1,7% saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dari Blue Resources Ltd (BR).

Managing Director BNBR Bobby Gafur Umar pernah mengatakan, buyback yang dilakukan ini akhirnya menambah kepemilikan BNBR di BUMI mencapai 18,2%.

“Dengan mempertimbangkan harga saham BUMI dan ELTY dewasa ini, yakni masing- masing Rp2.900/saham dan Rp370/saham, serta prospek apresiasi harga saham tersebut di masa mendatang, BNBR memutuskan untuk melakukan buyback ini sebagai bagian dari kegiatan investasi BNBR sebagai investment company,” ujar Bobby Gafur Umar waktu itu.

Perusahaan holding investasi yang disebut-sebut sebagai induk usaha BUMI itu pun sudah tidak lagi tercatat dalam daftar pemegang saham dengan kepemilikan di atas 5%. BNBR terakhir tercatat dalam daftar tersebut pada November 2008. Ketika itu, posisi terakhir kepemilikan BNBR di BUMI sebesar 7,14%. [san/cms]INILAH.COM,

 
Single ID buat investor kan Diterapkan 2010 PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Tuesday, 08 December 2009 00:00

INILAH.COM, Jakarta - Bapepam-LK menghimbau setiap investor wajib memiliki Single Investor Identity (Single ID) untuk keamanaan dan akan diberlakukan pada 2010.

Demikian diungkapkan Ketua Bapepam-LK Ahmad Fuad Rahmany di Gedung Bapepam-LK, Jumat 4/12). "Single ID ini untuk mengetahui orang-orang yang melakukan transaksi jual beli saham contohnya goreng menggoreng saham," kata Fuad hari ini.

Ia mencontohkan, jika nasabah A yang juga terdaftar di broker A dan sebagainya melakukan jual beli saham dengan ID yang sama maka nantinya tidak diperbolehkan. Peraturan ini nantinya tidak memperbolehkan nasabah yang sama untuk melakukan jual beli saham yang sama. "Ketika nasabah A jual saham A dan dibroker yang lain dia juga beli saham yang tadi dilepas ini tidak boleh," katanya.

Sejalan dengan Single ID, lanjut Fuad investor pun harus memiliki investor area karena investor dapat memantau pergerakan, rekening dan transaksi investor tersebut. "Sistem ini akan mengamankan nasabah dengan menggunakan investor area," ujarnya.

Untuk ke depannya, otoritas pasar modal ini telah mempersiapkan projek untuk mereformasikan pasar modal dengan peraturan-peraturan yang akan dikeluarkan Bapepam-LK. Reformasi ini untuk meningkatkan investor kita yang menggunakan investor area yang masih 70.000 nasabah dibandingkan dengan 300.000 nasabah yang ada di pasar modal. "Sejalan dengan Single ID, kita akan berlakukan pada 2011," katanya. [san/hid]

 
Awal tahun 2010, IHSG Bergerak di 2500-2600 PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 07 December 2009 00:00
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan bergerak di kisaran 2500-2600
sampai dengan triwulan I-2010. Hal ini dikarenakan belum adanya kepastian di pasar global, di mana IHSG sangat dipengaruhi oleh kebijakan-kebijakan bank sentral negara maju.

Menurut Analis Pasar Modal, Yanuar Risky, kemungkinan pada bulan Maret 2010 akan terjadi pergerakan yang cukup signifikan karena pengaruh dari Amerika yang meminta rekening fiskal harus ditutup di bulan tersebut.

Yanuar mengatakan, pasar modal dalam negeri tahun 2010 juga masih akan ditopang oleh pergerakan saham-saham unggulan di sektor perbankan dan saham Grup Bakrie.

"Saham-saham grup Bakrie sebagai saham penopang sekitar 50%-60%, dimana kapitalisasi BUMI 35% sendiri, sedangkan perbankan 20%-25%," katanya dalam Diskusi Proyeksi Ekonomi 2010 di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (05/12/2009).

Yanuar juga mengemukakan, bahwa perlu diwaspadai akan adanya potensi krisis fiskal pada kuartal pertama tahun 2010.  "Yang akan dihadapi adalah krisis fiskal bukan lagi finansial seperti 2008. Karena tadi itu, pada bulan maret AS akan menutup semua rekening fiskal. Kita lihat saja dulu sampai bulan Maret itu," ungkap Yanuar.

Untuk tingkat volatilitasnya IHSG, Yanuar mengatakan akan bergerak antara  50 sampai dengan 60 poin setiap harinya.
Last Updated on Monday, 07 December 2009 02:02
 
Laba Bakrie & Brothers Anjlok 95,42% PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Tuesday, 08 December 2009 00:00
Jakarta - PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mencatat penurunan laba bersih sebesar 95,42% hingga triwulan III-2009. Penurunan terutama disebabkan turunnya pendapatan dan peningkatan beban usaha.

Demikian disampaikan dalam laporan keuangan perseroan, Senin (7/12/2009).

Hingga triwulan III-2009, BNBR mencatat pendapatan sebesar Rp 5,329 triliun, turun 16,55% dari periode yang sama tahun 2008 sebesar Rp 6,386 triliun. Beban pokok pendapatan turun 23,39% menjadi Rp 2,657 triliun dari sebelumnya Rp 3,692 triliun.

Penurunan beban pokok pendapatan membuat perseroan hanya membukukan penurunan laba kotor tipis sebesar 0,81% menjadi Rp 2,672 triliun dari sebelumnya Rp 2,694 triliun.

Namun beban usaha meningkat 23,89% menjadi Rp 2,157 triliun dari sebelumnya Rp 1,741 triliun. Ini membuat laba usaha turun 45,92% menjadi Rp 514,854 miliar dari sebelumnya Rp 952,155 miliar.

Perseroan juga mencatat beban lain-lain sebesar Rp 75,233 miliar terutama disebabkan oleh kerugian atas penjualan saham sebesar Rp 376,34 miliar dan beban bunga Rp n270,392 miliar.

Padahal, pada periode yang sama tahun lalu, BNBR masih mencatat penghasilan lain-lain sebesar Rp 125,713 miliar.

Hal ini membuat laba bersih tercatat sebesar Rp 40,486 miliar dari sebelumnya Rp 885,739 miliar. Laba bersih per saham pun menjadi hanya sebesar Rp 0,43 dari sebelumnya Rp 13,36.

Aset BNBR juga menurun 7,15% menjadi Rp 26,483 triliun dari sebelumnya Rp 28,524 triliun. Kewajiban menurun 23,39% menjadi Rp 15,704 triliun dari sebelumnya Rp 20,5 triliun. Ekuitas masih naik 56,6% menjadi Rp 6,59 triliun dari sebelumnya Rp 4,208 triliun
 
RTI Market Summary Thursday, December 03, 2009 PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Friday, 04 December 2009 04:23

Top Gainer RP

Code

Close

+/-

%

TVol

TVal

MLBI

174500

4450

2.62

3

261.8 M

ITMG

30000

950

3.27

2862

42.1 B

PTBA

17750

550

3.20

9667

85.2 B

UNVR

11850

550

4.87

1788

10.5 B

TCID

7500

400

5.63

406

1.5 B

 

Top Gainer %

Code

Close

+/-

%

TVol

TVal

MITI

62

7

12.73

183851

5.5 B

GSMF

145

15

11.54

371

25.3 M

CFIN-W

20

2

11.11

200

1.8 M

OCAP

340

30

9.68

10

1.7 M

SRSN

84

7

9.09

870582

37.2 B

 

Top Loser RP

Code

Close

+/-

%

TVol

TVal

BAEK

2700

-300

-10.00

20

27 M

HMSP

10100

-100

-0.98

25

125.1 M

BTEK

107

-38

-26.21

121261

7.9 B

HEXA

2825

-25

-0.88

3557

5 B

AISA

325

-25

-7.14

29

4.7 M

 

Top Loser %

Code

Close

+/-

%

TVol

TVal

PGLI

50

-19'

-27.54

1

25 K

BTEK

107

-38'

-26.21

121261

7.9 B

GPRA-W

12

-2'

-14.29

528

3.2 M

BUDI-W

86

-14'

-14.00

15

734 K

RIMO

63

-9'

-12.50

1

31.5 K

 

Total Value

:

3,531,905,948,737

 

Total Volume

:

5,479,901,307

 

Total Frequency

:

89,563

 

 

JSX Index

Index

Open

High

Low

Close

+/-

%

JSX

2471.154

2502.551

2471.154

2500.037

28.473

1.15

LQ45

488.871

496.255

488.871

495.642

6.671

1.36

JII

406.659

413.695

406.659

413.091

6.290

1.55

MBX

703.273

712.903

703.273

712.303

8.899

1.27

DBX

375.711

377.296

371.346

376.409

0.823

0.22

Agriculture

1806.141

1827.576

1805.128

1825.180

11.738

0.65

Mining

2222.773

2260.804

2215.432

2252.715

32.422

1.46

Basic Industry

257.513

259.972

256.735

259.449

2.066

0.80

Miscellaneous Industry

564.364

566.853

557.051

564.612

1.684

0.30

Consumer Goods

644.214

661.744

644.214

659.912

17.172

2.67

Construction

147.294

147.907

146.095

147.708

0.630

0.43

Infrastructure

703.532

721.574

703.532

720.384

17.139

2.44

Finance

300.451

303.098

299.381

301.132

0.591

0.20

Trade & Services

254.675

255.851

253.158

255.244

1.307

0.51

Manufacture

500.404

507.078

500.404

506.783

6.782

1.36

 

 

Currency

Currency

Close

+/-

IDR

9406

6

SGD

1.3786

-0.0015

HKD

7.7499

0.0009

JPY

87.83

0.21

AUD

0.9291

0.0015

EUR

1.5113

0.0048

GBP

1.6655

-0.0005

 

Regional Index

Index

Close

+/-

%

DOW JONES

10452.680

-18.900

-0.18

NASDAQ

2185.030

9.220

0.42

FT-SE

5366.800

39.410

0.74

NIKKEI

9977.670

368.730

3.84

HANG SENG

22553.869

264.300

1.19

STRAITS TIMES

2808.180

11.840

0.42

S&P

1109.240

0.380

0.03

 

Last Updated on Friday, 04 December 2009 04:40
 
<< Start < Prev 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Next > End >>

Page 16 of 20

Date

Link to Stock Analysis

1.  IDX BOT ( new )

2.  WWW.YAHOO.COM/FINANCE

3.  www.ADVFN.COM

4.  WWW.JSXPRO.COM

For New Customer

           

      How To Become  

            An Investor

 

                                               Find Out

Room Chat

                 C   H    A    T

SOAL SOAL WPPE

Ujian WPPE, WMI  dan WPEE akan diselenggarakan lagi

di bulan 16 november 2010

 

1. Ingin Punya lisency WPPE

2. Belum lulus tetap mendapat

soal terbaru sampe 3X GRATIS

3. Diantar sampe tujuan

4. Update SOAL 13 Meret 2010

Informasi lebih lengkap

BOOK TRADER & INVESTOR

" Analisis Teknikal untuk

Profit Maksimal"

cover2

Mudah Dipahami

Oleh Desmond Wira

Prov By Didik Wijaya

 

Info Lebih lanjut