Members Of Jakarta Stock Exchange ( PP )

idx1
Home EDUCATION
Window Dressing PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Wednesday, 05 January 2011 03:07

DESEMBER CERIA DARI WINDOW DRESSING

Prof. Roy Sembel, Guru Besar FE UKI, Jakarta;

Penulis buku The Art of BEST WIN (BEcoming Smarter, Tougher, and Wiser Investors)

Direktur Bursa Berjangka Jakarta

 

Aneh tapi nyata! Kalau harga barang didiskon, orang berebut membelinya. Sebaliknya, saat harga saham diskon besar (seperti pada kuartal 4 tahun 2008), orang malah takut belanja saham. Belanja saham justru ramai pada saat harga sudah naik banyak seperti sekarang ini. Manusianya sama, tetapi cara berpikirnya bisa berbeda pada waktu yang berbeda. Cara berpikir konsumsi rupanya berbeda dengan cara berpikir investasi.

Bulan Desember, saat banyak orang menerima THR akhir tahun, konsumsi akan bertempur dengan investasi.

Di satu sisi ada obral besar menjelang Hari Raya Natal dan liburan akhir tahun. Mal dan pusat perbelanjaan semakin ramai, baik berisi orang yang benar-benar belanja maupun orang yang sekadar window shopping. Di sisi lain, ada peluang investasi berupa fenomena yang sering diacu sebagai ‘window dressing’ akhir tahun.Window dressing maksudnya bukan window shopping pakaian, melainkan upaya mendongkrak indikator kinerja lewat  quick fix / tambal sulam di akhir periode. Logika sederhana dari window dressing adalah bahwa pengukuran kinerja biasanya berdasarkan indikator prestasi pada akhir periode, dalam hal ini akhir tahun. Oleh karena itu,  para profesional bisnis berlomba-lomba untuk membuat angka-angka yang mempengaruhi indikator kinerja menjadi  baik pada akhir tahun agar kierja mereka terlihat baik. Logika serupa berlaku untuk harga-harga saham menjelang penutupan tahun. Logikanya begitu. Masalahnya, seringkali sesuatu yang tampaknya logis, kenyataannya tidak begitu. Contohnya, dulu orang berpikir adalah logis matahari bergerak mengelilingi bumi. Kenyataannya bumi-lah yang berotasi. Jadi pertanyaannya, apa benar terjadi window dressing terhadap harga-harga saham di akhir tahun? Ada logika tandingan yang menyatakan bahwa harga saham seharusnya mencerminkan informasi yang  tersedia dan relevan. Investor bereaksi merespon informasi dengan melakukan transaksi jual / beli sehingga harga akan mencerminkan informasi. Logika ini terkenal dengan nama Efficient Market (EM). EM dipopulerkan oleh

Professor Eugene Fama dari University of Chicago. Sudah ada setumpuk bukti akademis yang mendukung EM.Kendati begitu, ada juga fenomena yang bertentangan dengan logika EM sehingga disebut anomali. Berdasarkan logika EM, seharusnya tidak ada perbedaan perilaku harga antar bulan, minggu, hari, jam, atau menit. Pasalnya, informasi bisa datang kapan saja dengan berita yang baik / buruk, dan pelaku pasar bereaksi ketika informasi tiba.    Jadi, kalau ada hari-hari tertentu, minggu-minggu tertentu, atau bulan-bulan tertentu yang memberikan hasil yang berbeda bagi investor, maka investor seharusnya akan menyesuaikan pola investasinya berdasarkan informasi tersebut. Sebagai dampaknya, harga yang terlalu rendah (tinggi) akan naik (turun). Al hasil, ujung-ujungnya harga kembali normal sehingga selanjutnya imbal hasil (return) yang diperoleh investor akan kembali normal pula. Untuk menjawab keraguan terhadap keberadaan window dressing saham di akhir tahun, mari kita lihat perilaku pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama 17 tahun terakhir 1994-2010. Berdasarkan data di  Tabel 1, terlihat bahwa rata-rata return IHSG di bulan Desember (4,8%) memang tertinggi dibanding bulan-bulan  lainnya (Januari-November) digabung (0,9%). Bulan dengan rata-rata return terburuk adalah bulan Agustus (-4,8%). Down-side risk (risiko kejatuhan terburuk) untuk bulan Desember juga terbaik (return terburuk di bulan Desember hanya -3,0%, yaitu pada tahun 2000). Kejatuhan terburuk terjadi di bulan Agustus 1997 (-31,5%) dan Oktober 2008 (-31,4%). Jadi memang bisa dikatakan bahwa Desember merupakan bulan ceria bagi para investor saham di Indonesia.

Tabel 1. Return (%) IHSG berdasarkan bulan, periode 1994-2010

Indikator

Bulan

12

11

10

9

8

7

6

5

4

3

2

1

1-11

Rata-rata

4,8

2,7

-1,1

-0,4

-4,8

0,9

2,4

3,6

3,2

-0,1

-0,5

3,2

0,9

Tertinggi

16,0

28,4

12,0

13,6

13,1

14,6

13,4

18,2

25,8

12,2

4,6

21,0

28,4

Terendah

-3,0

-19,7

-31,4

-19,4

-31,5

-9,8

-8,9

-13,7

-15,0

-11,0

-9,4

-8,6

-31,5

2010

??

-2,9

3,8

13,6

0,4

5,3

4,2

-5,9

7,0

9,0

-2,4

3,0

3,2

Keterangan: Bulan 1 = Januari, bulan 2 = Februari, dst nya, bulan 12 = Desember.

Sumber: Database CAPITAL PRICE (http://www.capitalprice.com)

 

Karena Window Dressing ditenggarai terjadi menjelang penutupan tahun, maka perlu juga dipilah kenaikan

harga saham di bulan Desember menjadi paruh pertama versus paruh kedua. Hasil riset menunjukkan bahwa

paruh kedua Desember menyumbang lebih dari ¾ dari return di bulan Desember. Selain itu,

down-side risk-nya juga jauh lebih rendah dibanding angka paruh pertama (-1,65% yaitu pada paruh kedua

Desember 1998, versus -8,93%, yaitu pada paruh pertama Desember 1997). Jadi kesimpulannya,

data yang tersedia mendukung dugaan terjadi window dressing saham di Indonesia pada paruh

kedua Bulan Desember.

 

Tabel 2. Return (%) IHSG Bulan Desember, periode 1994-2010

Indikator

Paruh pertama

Paruh kedua

Rata-rata

1,18

3,71

Tertinggi

11,06

9,80

Terendah

-8,93

-1,65

Sumber: Database CAPITAL PRICE (http://www.capitalprice.com)

 

Lalu apa pentingnya hasil riset ini bagi investor saham di tengah bulan Desember 2010 ini? Berita baiknya

adalah bahwa berdasarkan data tersebut, biasanya paruh kedua Bulan Desember 2010 merupakan periode

baik bagi investor saham di Indonesia. Kendati begitu, ada satu hasil riset lagi yang perlu diperhatikan.

Selama 1994-2009, korelasi antara return paruh pertama dan paruh kedua Desember adalah negatif (-0,45).

Ini berarti bila paruh pertama Desember return saham tinggi (rendah), maka paruh kedua cenderung rendah (tinggi). Menggunakan persamaan regressi linier sederhana, keterkaitan antara return paruh kedua Desember (Y) dan

return paruh pertama Desember (X) adalah Y = 4,08% - 0,31241 X

 

(4,5 % , 2,7%)

 

Gambar 1. Return paruh pertama Desember vs paruh kedua Desember

Berita buruknya adalah paruh pertama Desember 2010 return sudah relatif tinggi, return IHSG sudah naik 4,5%

dibanding akhir November 2010. Dengan menggunakan persamaan regresi linier sederhana tersebut, maka

prediksi untuk return paruh kedua Desember 2010 adalah 2,7%, sehingga level ISG akhir Desember 2010 diprediksi menjadi 3788.

Tahun 2010, juga merupakan tahun yang memiliki pola return bulanan berbeda dengan pola rata-rata retunr bulanan 1994-2009. Secara statistika, korelasi antara return bulanan 2010 dan return rata-rata bulanan 1994-2009 negatif (-0,116). Artinya, pada saat return rata-rata historis bulan ke t tahun 1994-2009 (RHISTORISt) relatif  tinggi, justru return pada bulan tersebut untuk tahun 2010 (R2010t) cenderung relatif rendah. Menggunakan persamaan regresi linier sederhana, retun pada bulan ke t tahun 2010 (R2010t) = 3,5% - 0,36 (RHISTORISt). Menggunakan persamaan ini, maka return IHSG bulan Desember 2010 diprediksi menjadi 1,75%, sehingga level IHSG akhir Desember 2010 diprediksi menjadi  3593.

Jadi, berdasarkan kedua metode tersebut, prediksi IHSG pada akhir Desember 2010 berada pada kisaran 3593 s/d 3788. Tentu saja angka tersebut bukanlah harga mati atau prediksi eksak. Ada banyak sekali faktor yang mempengaruhi pergerakan harga saham yang tidak diperhitungkan dalam prediksi sederhana tersebut, seperti faktor ekonomi makro (krisis ekonomi Eropa, currency war, dll), pergerakan harga komoditas (emas, minyak, CPO/Olein, dll), dan faktor persepsi risiko (seperti ketegangan Korut-Korsel, dampak Wikileaks, dll).

Selain ada window dressing saham, masih ada lagi window dressing laporan keuangan. Dampak window dressing laporan keuangan akhir tahun 2010 baru terjadi saat laporan keuangan tahunan diumumkan, yaitu sekitar bulan April 2011. Sekadar tambahan informasi, bulan Mei dan April adalah bulan dengan return saham rata-rata tertinggi kedua dan ketiga (3,6% dan 3,2%) setelah bulan Desember. Tambahan lagi, biasanya pada akhir tahun harga-harga komoditas dunia (seperti emas, minyak, CPO, dll) akan mengalami re-alignment. Sebagai contoh, dari data historis, rata-rata rasio antara harga emas (dalam US$ per troy ounce dan miyak dalam US$ /barrel) adalah sekitar 13-15, dan alih tahun biasanya akan regressi ke nilai rasio tersebut.

Apapun realisasi yang akan terjadi di paruh kedua Desember 2010, tetap perlu diingat tips bijak berinvestasi: Pahami instrumen investasinya, cocokkan dengan situasi lingkungan investasi dan profil anda (karakteristik pribadi, tujuan investasi, kebutuhan cashflow, dll), lakukan manajemen risiko dengan diversifikasi (alokasikan dana anda ke dalam beberapa instrumen, seperti deposito, obligasi/reksadana pendapatan tetap, properti, komoditi, dll), dan pantau kinerja investasi anda secara periodik. Last but not least, jangan lupa untuk terus berinvestasi mengembangkan diri anda (Knowledge, Skills, and Attitude) untuk bersiap menghadapi tantangan dan merebut peluang di tahun 2011 dan di tahun-tahun selanjutnya. Selamat berinvestasi!

 

Date

Link to Stock Analysis

1.  IDX BOT ( new )

2.  WWW.YAHOO.COM/FINANCE

3.  www.ADVFN.COM

4.  WWW.JSXPRO.COM

For New Customer

           

      How To Become  

            An Investor

 

                                               Find Out

Room Chat

                 C   H    A    T

SOAL SOAL WPPE

Ujian WPPE, WMI  dan WPEE akan diselenggarakan lagi

Tanggal 17 Maret 2012

Pendaftaran: 30 Januari s/d 03 Februari 2012

Angkatan 61

 

1. Ingin Punya lisency WPPE, WMI, WPEE

2. Belum lulus tetap mendapat

soal terbaru sampe 3X GRATIS

3. Diantar sampe tujuan

4. Update SOAL terbaru ( Maret 2011 )

Informasi lebih lengkap

BOOK TRADER & INVESTOR

" Analisis Teknikal untuk

Profit Maksimal"

cover2

Mudah Dipahami

Oleh Desmond Wira

Prov By Didik Wijaya

 

Info Lebih lanjut