| Bankir & Pebisnis Yakin Dubai Bisa Bangkit |
|
|
|
| Written by Administrator |
| Tuesday, 01 December 2009 00:00 |
|
Beberapa pemimpin bisnis di Dubai bersatu mendukung keemiratan di Teluk Arab tersebut meredam krisis utang. Mereka juga berpendapat, masalah restrukturisasi utang Dubai ini terlalu dibesar-besarkan sehingga menuai dampak yang berlebihan. Riad Kamal, Chief Executive Arabtex, tidak meragukan komitmen Pemerintah Dubai untuk melunasi utang Dubai World, semacam badan usaha milik negara. "Dubai harus diberi waktu untuk merestrukturisasi utangnya," ujar Kamal. Salah seorang eksekutif di Emirates, bank terbesar di kawasan tersebut, juga mengecilkan dampak kegagalan Dubai World melunasi utang. "Ini hal biasa di bisnis. Tidak ada yang perlu dicemaskan," katanya. Kendati para pebisnis seakan berlomba memberi pernyataan yang menenangkan, hal yang berlawanan terjadi di pasar modal. Indeks saham di bursa saham Dubai jatuh 5,9 persen pada awal perdagangan. Saham Dubai World anjlok 14,9 persen begitu perdagangan di bursa Dubai dibuka untuk pertama kalinya sejak pengumuman penundaan pembayaran utang, Kamis pekan lalu. Status pusat finansial Otoritas moneter di Uni Emirat Arab (UEA) berjanji membantu Dubai. Bank sentral milik pemerintah federal UEA menawarkan bantuan likuiditas ke perbankan swasta ataupun bank sentral di Dubai. |
| Last Updated on Tuesday, 01 December 2009 03:53 |















