Header image
Members Of Jakarta Stock Exchange
line decor
  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Jakarta (BEJ) pada perdagangan saham, Kamis (23/11) ditutup melemah tipis 1,311 poin (0,077%) ke level 1.704,130. Indeks LQ45 juga turun 0,763 poin (0,204%) ke level 372,707. Demikian pula Jakarta Islamic Index ditutup melemah 1,474 poin (0,504%) ke level 291,152. Top Losser PGAS terkikis Rp350 atau 3,18% ke level Rp10.650, TLKM turun Rp100 atau 1,03% ke level Rp9.600, MEDC tertekan Rp75 atau 2,11% menjadi Rp3.475, UNTR turun Rp50 atau 0,75% ke level Rp6.650, dan PTBA turun Rp50 atau 1,49% ke Rp3.300. Top Gainer Unilever Indonesia (UNVR) naik Rp200 atau 3,74% ke level Rp5.550, Indocement Tunggal Prakasa (INTP) naik Rp100 atau 1,92% menjadi Rp5.300, Indosat (ISAT) naik Rp100 atau 1,74% ke level Rp5.850, dan Bank Central Asia (BBCA) naik Rp50 atau 0,97% ke level Rp5.200.
line decor
 


   
   
   
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 
 
CORPORATE ANALYSIS

Suba Indah, Tbk ( SUBA )

PT Suba Indah Tbk (SUBA) optimis kinerja tahun ini lebih baik ketimbang tahun 2005 yang mengalami kerugian bersih Rp131,1 milyar. Kendati masih negatif, namun tahun ini perseroan diprediksi akan lebih rendah seiring dengan dihentikannya divisi produksi tepung akibat tingginya bahan baku jagung dari Rp900 per kg menjadi Rp1.500 per kg.

Lippo Karawacit , Tbk (LPKR )

PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) akan membagikan dividen tunai tahun buku 2005 sebesar Rp58,656 milyar. Perseroan sampai sejauh ini belum dapat memastikan besarnya nilai dividen per saham karena masih adanya kemungkinan pengeluaran saham baru akibat adanya pelaksanaan Waran Seri I. Nilai dividen baru diketahui pada saat recording date pada 6 Desember dan pembayaran kepada pemegang saham pada 20 Desember 2006. Cum dan dan ex dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi masing-masing pada 1 dan 4 Desember mendatang. Sementara cum dan ex dividen di Pasar Tunai jatuh tanggal 6 dan 7 Desember 2006.

Darya Varia Laboratoria , Tbk ( DVLA )

PT Darya Varia Laboratoria Tbk (DVLA) menegaskan harga penawaran tender (tender offer) saham perseroan sebesar Rp2.200 per lembar sudah final. Manajemen Darya Varia dalam penjelasannya kepada Bursa Efek Jakarta (BEJ) menyatakan, investor publik mendapat kesempatan untuk menjual sahamnya dengan harga yang cukup bagus. Bila harga disetujui, maka Blue Sphere Singapura akan membeli kepemilikan saham independen sebanyak 7,3 persen dan rencana go private akan berjalan mulus. Tapi jika pemegang saham independen menolak, maka harga saham ada kemungkinan turun ke levelyang lebih rendah dan rencana menjadi perusahaan tertutup terganjal.

Bank International Indonesia, Tbk ( BNII )r

Divestasi sisa kepemilikan saham pemerintah di PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) sebesar 5,5 persen akan direalisasikan tahun ini juga. Paling lambat sisa saham tersebut akan dilepas sebelum berakhirnya tahun 2006. Tidak hanya sahamBII saja yang dilego, sisa saham pemerintah di Bank Lippo juga akan dijual meskipun tinggal 1 lot.

International Nickel Indonesia, Tbk ( INCO )

PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO) memproyeksikan pendapatan usaha bertumbuh hingga 100 persen ketimbang realisasi penerimaan tahun 2005 sejumlah US$885 juta. Tingginya prediksi pendapatan perusahaan tambang itu lantaran harga nikel di pasar internasional menguat signifikan.

Apexindo Pratama Duta , Tbk (APEX )

PT Apexindo Pratama Duta Tbk (Apexindo) akhirnya mendapat ijin dari Departemen Keuangan (Depkeu) untuk menggunakan denominasi dolar AS dalam penyampaian laporan keuangan. Selama kurang lebih lima tahun manajemen perusahaan yang terkait dengan sektor migas itu membujuk Depkeu agar mengijinkan menggunakan denominasi dolar AS dengan maksud untuk menghindari kerugian akibat distorsi forex exchange yang berdampak pada penerimaan negara, pasalnya dengan adanya kerugian negara tidak mendapat pendapatan dari sektor pajak.

Trans Pacifik Petrochemical ( IPO )

PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) tengah mengkaji kemungkinan melakukan penawaran perdana alias initial public offering (IPO) saham PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (Trans Pacific) tahun depan. Direktur Utama PPA Mohammad Syahrial menegaskan, IPO Trans Pacific memerlukan ijin dari pemilik lama, yaitu Group Tirtamas yang dikuasai Hashim Djojohadikusumo dan Honggo Hendratmo. Di sisi lain, PPA berencana melepas sisa kepemilikan saham pemerintah di Bank Internasional Indonesia dan Bank Lippo sebelum akhir tahun 2006.

Berlian Laju Tanke , Tbk (BLTA )

PT Berlian Laju Tanker (BLTA) dan anak perusahaannya berhasil mengantongi laba bersih Rp 1,080 triliun (Rp 273 per saham) per September 2006. Itu berarti naik 177% jika dibandingkan periode yang sama 2005 sebesar Rp 390,034 miliar (Rp 95 per saham).

Fast Food Indoensia , Tbk ( FAST)

PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) diproyeksikan meraih pendapatan Rp 1,270 triliun pada 2006, naik 23,5% dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp 1,028 triliun


 

 






 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
 

 

Indeks

Valas

Ekonomi

Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) kecewa terhadap kalangan perbankan yang tidak kunjung menurunkan suku bunga kredit meskipun Bank Indonesia (BI) terus memangkas suku bunganya hingga ke posisi 10,25 persen saat ini.

Bank Dunia memperkirakan cadangan devisa dari negara-negara berkembang di Asia Timur terus meningkat menjadi sekitar US$ 2 triliun pada saat ini. Separuh dari jumlah tersebut dimiliki oleh China.

Politik & Keamanan
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia mendukung upaya aparat polisi menangkap 29 buronan di Poso, Sulawesi Tengah, selama disertai dengan bukti-bukti hukum. Namun, dalam proses penangkapan, pemeriksaan, sampai diajukan ke pengadilan, Komnas HAM minta agar aparat polisi menghormati hak asasi ke-29 buronan yang diduga melakukan sejumlah tindak kekerasan dan teror di Sulteng itu.

 


 

 

 


 

 

             
  Copyright © 2006. PT Aldiracita Corpotama tidak bertanggungjawab atas setiap kesalahan isi atau keterlambatan dalam penyampaian isi, ataupun atas setiap tindakan yang diambil sehubungan dengan kesalahan atau keterlambatan tersebut.